Tuesday, September 18, 2018

Fungsi Hormon LH dan FSH Pada Wanita

Luteinizing Hormone (Hormon LH) dan Follicle Stimulating Hormone (FSH) merupakan hormor-hormon gonadotropin yang dihasilkan  oleh Gonadotrophin Releasing Hormone (GnRH) di hipotalamus. Kedua hormon  tersebut  adalah hormon pada proses reproduksi manusia baik pada pria dan wanita selain hormon esterogen, dan progresteron. Proses terjadinya kedua hormon  tersebut  adalah GnRH dikeluarkan oleh hipotalamus dengan proses sekresi melalui aliranportal hipothalamohipofisial yang terjadi setiap 90 hingga 120 menit. Setibanya di hipofise anteriar, GnRH akan melakukan pengikatan terhadap sel gonadotrop serta melakukan perangsangan terhadap pengeluaran LH dan FSH.
Lutheinizing Hormone (LH) dan Follicle Stimulating Hormone (FSH) juga sering disebut dengan gonadotrophin. Hal tersebut disebabakan karena kedua hormon memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap gonad, yaitu testis pada laki-laki dan indung telur pada perempuan.  Kedua hormon tersebut merupakan glikoprotein yang terdiri dari 2 subunit, yaitu Subunit Alpha yang identik di semua tiga jenis hormon hipofisis anterior serta Subunit Betha
Luteinizing Hormone (LH)
FSH dan LHLutheinizing Hormone (LH) sering dikenal dengan nama lutropin atau luthophin  yang merupakan salah satu hormon yang dihasilkan oleh sel-sel gonadotropic di bagian kelenjar hipofisis anterior. Pada pria,  hormon LH dikenal dengan ICSH (Interestial Cell Stimulating Hormone) .
Hormon ini dapat merangsang sekresi steroid seks dari gonad, dimana pada testis pria hormon ini berikatan dengan reseptor yang terdapat pada sel-sel leydic  untuk merangsang sintesis dan sekresi hormon testosteron. Sedangkan pada ovarium, hormon ini  dapat menyebabkan ovulasi serta pengembangan korpus luteum apabila terjadi kenaikan akut atau yang dikenal dengan Surge LH.
Follicle Stimulating Hormone (FSH)
FSH dan LHFollicle Stimulating Hormone (FSH) juga merupakan hormon yang diproduksi oleh sel-sel basal hipofisis anterior sebagai respon terhadap Gonadotrophin Releasing Hormone (GnRH) yang diproduksi di hipotalamus. Pada wanita, hormon ini memiliki jumlah yang bervariasi selama siklus menstruasi berlangsung, dan jumlah tertinggi dari hormon ini akan terjadi tepat sebelum  ovulasi (pelepasan telur). Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa pada wanita, hormon FSH berfungsi untuk membantu mengontrol siklus menstruasi serta produksi telur yang dilakukan oleh indung telur. Sedangkan pada pria, hormon ini memiliki jumlah yang tetap konstan dan berfungsi untuk membantu mengontrol jumlah produksi sperma. Jadi tingkat hormon FSH dapat membantu menentukan apakah organ intim laki-laki dan perempuan (testis dan ovarium) berfungsi dengan baik ataukah tidak.
Kita sudah tahu bahwa LH dan FSH merupakan hormon yang sangat memengaruhi tingkat reproduksi, baik pria maupun wanita, dimana kedua hormon tersebut hanya memiliki efek fisiologis pada ovarium dan juga testis.
Berikut ini terdapat penjelasan singkat terkait dengan Fungsi Hormon LH dan FSH Pada Wanita :
1. Mengontrol siklus menstruasi
Ketika terjadi siklus menstruasi yang normal, di hari-hari pertama akan terjadi peningkatan konsentrasi LH dan FSH, dimana kadar FSH akan mengalami peningkatan dengan lebih cepat jika dibandingkan dengan kadar LH. Kedua hormon tersebut akan mencapai puncak pada fase folikular dan akan mengalami penurunan hingga kadar terendah pada fase preovulasi. Dan pada fase ovulasi, kadar dari kedua hormon tersebut akan mengalami peningkatan kembali hingga mencapai kadar tertinggi. Kondisi tersebut terjadi karena adanya pengaruh dari peningkatan hormon esterogen.
Dan selain hormon FSH dan LH masih ada lagi hormon yang akan membantu mengontrol siklus menstruasi yaitu  sepertifungsi hormon testosteron.
2. Mengontrol terjadinya ovulasi
Ovulasi merupakan proses pelepasan telur yang dilakukan oleh indung telur. Selama masa tersebut, Gonadotrophin Releasing Hormone (GnRH) akan melakukan perangsangan Luteinizing Hormone (LH) dan Follide Stimulating Hormone (FSH)  agar dapat melakukan stimulus terhadap produksi hormon esterogen dan juga progresteron.
Hormon LH berfungsi untuk merangsang korpus luteum guna menghasilkan hormon progresteron serta merangsang terjadinya ovulasi. Kadar hormon LH akan mengalami peningkatan secara drastis di dalam darah dan urine sesaat sebelum terjadinya ovulasi. LH sendiri nantinya akan memicu pelepasan sel telur yang telah matang di dalam ovarium menuju tuba fallopi untuk mengalami proses pembuahan. Apabila tidak dibuahi, sel-sel telur tersebut akan mati dan luruh bersama dinding rahim pada saat terjadi menstruasi.
Dalam hal ini FSH ( Follide Stimulating Hormone) berperan untuk merangsang ovulasi serta merangsang folikel untuk menghasilkan hormon esterogen, dimana hormon FSH merupakan hormon yang dapat merangsang terjadinya cumulus ekspansi, yaitu transformasi folikel ovarium pada masa pre-ovulasi tepatnya di fase folikular siklus menstruasi. Dan setelah proses tersebut selesai, maka akan terbentuk stigma folikel yang merupakan jalan bagi ovum untuk meninggalkan folikel.
3. Mengontrol basal gonadotropin
Terjadinya sekresi LH dan FSH yang dikontrol oleh GnRH adalah merupakan puasat kontrol masa ovulasi serta masa pubertas tiap-tiap individu. Selain itu, ini juga mereupakan pusat kontrol bagi basal gonadotrophin, dimana proses sekresi basal tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal seperti :
  • Episodic sekretadon (episode sekresi), dimana sekresi FSH dan LH berlangsung secara bertahap baik pada pria maupun wanita yang pengeluarannya dikontrol oleh GnRH.
  • Positive Feedback (umpan balik positif). Kondisi ini berlangsung selama masa menstruasi dimana hormon esterogen memberikan feedback positif bagi GnRH dalam mensekresi LH dan FSH. Selain itu, peningkatah hormon esterogen yang terjadi selama fase folikular, menjadi stimulus bagi FSH dan LH setelah pertengahan siklus. Hal tersebut menjadikan ovum menjadi matang dan terjadilah proses ovulasi yang berlangsung pada hari ke 10 hingga 12 siklus ovulas, yaitu setelah kadar LH mencapai puncak  serta 24 hingga 36 jam setelah terjadinya puncak estradiol. Korpus luteum setelah itu akan mengalami involusi yang disebabkan terjadinya penurunan hormon progresteron dan estradiol setelah hari ke-14. Hal itulah yang menimbulkan terjadinya menstruasi.


Artikel ini telah tayang di https://dosenbiologi.com/manusia/fungsi-hormon-lh-dan-fsh-pada-wanita

Tuesday, August 15, 2017

CARA MENGISI KRS ONLINE UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG ubb.eakademik.id


Pertama klik laman http://ubb.eakademik.id ,
setelah itu akan akan muncul gambar berikut:

Catatan: petunjuk pengisian KRS ONLINE UBB pada gambar dilingkar merah seperti gambar dibawah ini:


Setelah mengisi username dan pasword (catatan username dan pasword adalah sama "NIM" kita), dilanjutkan mencentang "SAYA BUKAN ROBOT" seperti gambar dibawah ini.


Kemudian pilih "GAMBAR" sesuai pertanyaan seperti berikut ini.


kemudian akan muncul seperti lingkaran merah dibawah ini. .


apakah anda ingin mengganti password? jika iya pilih "OK", kalau tidak ingin ganti password "CANCEL" seperti lingkaran merah dibawah ini.


lalu isi dengan lengkap "BIODATA, ALAMAT KELUARGA" dan "WALI" jika ada wali, seperti lingkaran merah dibawah ini.


setelah mengisi "BIODATA, ALAMAT KELUARGA" dan "WALI" jika ada wali, lalu "Tutup dan simpan" seperti lingkaran merah di sudut kiri bawah layar.


Pilih "MENU" seperti lingkaran merah di sudut kiri bawah layar.


Lalu pilih "KOLOM MAHASISWA" seperti pada gambar dibawah ini


kemudian pilih tanda PLUS (+) di sebelah kolom mahasiswa dibawah ini


Kemudian pilih tulisan "ISI KRS" pada lingkaran merah dan pada tanda panah merah, dibawah ini


lalu akan muncul tampilan seperti dibawah ini , lalu pilih "AMBIL PERKULIAHAN"seperti tanda merah disudut kiri bawah.


setelah itu akan muncul tampilan seperti dibawah ini, untuk memilih mata kuliah yang akan di ambil dengan menekan "SEGITIGA TERBALIK"  seperti pada lingkaran merah berikut


Kemudian akan muncul tampilan berikut, saat ini anda semester ganjil atau genap,

contoh seperti saya semester ganjil "9" maka untuk mengambil kolokium, seminar dll atau mata kuliah yang akan diulang pilih nomor 1, 3, 5 dan 7 seperti gambar berikut, pilih kotak di sebelah kode MK setelah tercentang, pilih lagi mata kuliah lain seperti smster 1,2,3,4,5,6,7,8,9,dst.



setelah kira-kira mata kuliah sudah cukup lalu pilih "CETAK KRS" seperti pada lingkaran merah dibawah ini

setelah cetak krs maka akan muncul tampilan berikut dan download pada lingkaran merah pada bawah tampilan


lalu setelah berhasil di download, silahkan di print dan temui pembimbing akademik untuk bimbingan apakah mata kuliah yang diambil di setujui oleh pembimbing akademik


Jika sudah di print silahkan temui pembimbing, apakah mata kuliah yang diambil disetujui oleh pembimbing, jika tidak di setujui silahkan masuk kembali ke laman ubb.eakademik.id dan isi mata kuliah yang disarankan oleh pembimbing.


arti dalam lingkaran merah "YA" artinya mata kuliah yang diambil disetujui oleh pembimbing.

TERIMAKASIH SEMOGA BISA MEMBANTU DALAM PENGISIAN KRS ONLINE UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG


Saturday, August 12, 2017

yuk berwisata ke kecamatan Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan

        Lokasi rekreasi ini Desa Batu Betumpang - Toboali lebih kurang 90 KM atau 115 dari Pangkalpinang (Ibukota Prov. Kep Bangka Belitung) dapat ditempuh menggunakan roda duamaupun empat. Terletak di Desa Batu Betumpang Kecamatan Pulau Besar.  Kecamatan Pulau Besar merupakan pemekaran wilayah yang awalnya masuk kedalam wilayah Kecamatan Payung Kabupaten Bangka Selatan Prov Kep Bangka Belitung. Di desa tersebut terdapat pantai bebatuan, mercusuar peninggalan belanda. untuk menuju mercusuar bisa menggunakan kapal nelayan ketika air pasang atau dengan berjalan kaki ketika air laut surut. lokasi mercusuar lebih kurang 200 meter dari pantai batu betumpang. selain pantai dan mercusuarnya pantai ini juga menyuguhkan tempat yang tepat untuk melihat sunset atau matahari tenggelam. mantapkan.

       Selain Desa Batu Betumpang, Desa Panca Tunggal bisa juga menjadi tempat rekreasi, karena terkenal dengan salak pondohnya, didesa ini juga pengunjung bisa membeli  buah segar langsung dari batangnya yang terletak di Blok C atau lebih dikenal maserak. Selain terkenal dengan salak pondohnya desa ini juga menjadi sentra peternakan sapi  di Bangka Selatan. selamat berkunjung.

















Monday, May 01, 2017

"KELEKAK" Di Desa Pagarawan Kabupaten Bangka Induk


MAKALAH


KELEKAK
Di Desa Pagarawan Kab. Bangka Induk


Jurusan Biologi

Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi
Universitas Bangka Belitung
2017


PENDAHULUAN
Latar Belakang
            Wanatani atau agroforestry adalah suatu bentuk pengelolaan sumber daya yang memadukan kegiatan pengelolaan hutan atau pohon kayu-kayuan dengan penanaman komoditas atau tanaman jangka pendek, seperti tanaman pertanian. Agroforestri merupakan gabungan ilmu kehutanan dengan agronomi, yang memadukan usaha kehutanan dengan pembangunan pedesaan untuk menciptakan keselarasan antara intensifikasi pertanian dan pelestarian hutan.Agroforestri diharapkan bermanfaat selain untuk mencegah perluasan tanah terdegradasi, melestarikan sumberdaya hutan, meningkatkan mutu pertanian serta menyempurnakan intensifikasi dan diversifikasi silvikultur. Sistem ini telah dipraktekkan oleh petani di berbagai tempat di Indonesia selama berabad-abad  ,misalnya sistem ladang berpindah, kebun campuran di lahan sekitar rumah (pekarangan) dan padang penggembalaan (Michon dan de Foresta, 1995).
            Berdasarkan motivasi yang dimiliki petani, terdapat dua sistem terbentuknya agroforestri di lapangan yaitu sistem bercocok tanam "tradisional" dan sistem "modern". Sistem "tradisional" adalah sistem yang "dikembangkan dan diuji" sendiri oleh petani sesuai tujuan. Mengenal bentuk-bentuk agroforestri yang ada di Indonesia · Memahami evolusi dan proses-proses yang terjadi dalam sistem agroforestri · Mendapatkan gambaran tentang keuntungan, kendala, potensi dan peluang dari agroforestri bagi petani maupun pemerintah. · Pengembangan bercocok tanam biasanya hanya didasarkan pada usaha coba-coba (trial and error), tanpa penelitian formal maupun bimbingan dari penyuluh/petugas lapangan. Dalam sistem bercocok tanam "modern", gagasan dan teknologi berasal dari hasil-hasil penelitian.
            Salah satu sistem agroforesty tradisional yang terdapat di Bangka Belitung adalah kelakak. Kelekak adalah sebidang tanah yang ditanami secara sengaja atau tidak sengaja oleh orangtua zaman dahulu dengan beragam pohon penghasil buah (tumbuhan khas daerah), baik yang dimiliki secara pribadi (garis keturunan tertentu), maupun dimiliki secara bersama (milik orang banyak dalam satu kampung atau gabungan dari beberapa kampung). Kelekak memiliki nilai budaya yang tinggi di pulau bangka sehingga pengetahuan tentang kelekak ini seharusnya terus disampaikan dari generasi kegenerasi. Hal tersebutlah yang menjadikan latar belakang dilakukan pengamatan tentang kelekak yang ada di di salah satu desa di Bangka Belitung ini.

Tujuan
            Tujuan dilakukannya pengamatan ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari  tentang isi yang terdapat dalam sistem perkebunan kelekak yang ada di Desa Pagarawan, Bangka Belitung.

Manfaat
            Manfaat dari pengamatan ini adalah mahasiswa dapat mengetahui dan mendapatkan data tentang sistem dan isi dari perkebunan kelekak yang ada di Desa Pagarawan.


BAHAN DAN METODE
Waktu dan Tempat
            Pengamatan ini dilaksanakan pada hari jumat tanggal 28 april 2017, bertempat di kebun kelekak masyarakat yang terdapat di Desa Pagarawan, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka Induk, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Alat dan Bahan
            Adapun Alat yang digunakan dalam pengamatan ini adalah kamera, dan alat tulis, sedangkan bahan yang digunakan adalah kebun kelekak milik masyarakat yang terdapat di Desa Pagarawan, Kabupaten Bangka Induk.

Cara Kerja
            Adapun cara kerja yang dilakukan dalam pengamatan ini pertama kali adalah menentukan dua lokasi kebun kelekak milik masyarakat Desa Pagarawan yang akan dilakukan pengamatan. Selanjutnya kebun kelekak yang telah ditetapkan sebagai lokasi pengamatan diamati tumbuh-tumbuhan yang terdapat di dalamnya kemudian dicatat dan di ambil foto. Selanjutnya data yang telah di dapatkan di buat dan diringkas dalam bentuk makalah.




HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil

Tabel 1 Jenis tumbuhan yang terdapat di kebun kelekak masyarakat Desa    Pagarawan,  Kabupaten Bangka Induk

No
Jenis Tumbuhan
Lokasi
Jumlah Individu
1.
Durian
A dan B
5 Batang
2.
Bambu
A dan B
2 rumpun
3.
Jambu Bandar
A dan B
3
4.
Gaharu
A dan B
10
5.
Kedondong
A dan B
5
6.
Kelapa
A dan B
3
7.
Nangka
A dan B
3
8.
Petai
A dan B
2
9.
Pisang
A
4
10.
Rambutan
A dan B
15
11.
Sawo
A dan B
6
12.
Cempedak
A dan B
2


Pembahasan
           
            Kelekak adalah sebidang tanah yang ditanami secara sengaja atau tidak sengaja oleh orangtua zaman dahulu dengan beragam pohon penghasil buah (tumbuhan khas daerah), baik yang dimiliki secara pribadi (garis keturunan tertentu), maupun dimiliki secara bersama (milik orang banyak dalam satu kampung atau gabungan dari beberapa kampung). Pemberian nama kelekak milik pribadi atau yang dimiliki oleh garis keturunan tertentu, biasanya selalu disertai dengan nama si pembuat/pemilik awal kelekak. Misalnya Kelekak Atok Umar, Kelekak Akek Raong, Kelekak Nek Binyit, dan lain-lain sebagainya. Sedangkan kelekak milik bersama (milik orang banyak dalam satu kampung atau gabungan dari beberapa kampung) ini sering disebut sesuai nama dimana wilayah kelekak itu berada.
            Kelekak terbentuk melalui proses yang tidak singkat. Membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun agar lahan atau bidang tanah yang berisikan pohon penghasil buah itu baru layak disebut kelekak. Tak heran pula jika si pemilik atau pembuat kelekak tidak sempat menikmati hasil dari apa yang telah mereka tanam. Kelekak identik dengan pohon penghasil buah karena kelak, pohon yang ditanam itu dapat dinikmati (dipetik buahnya) oleh anak cucu mereka atau masyarakat umum di masa yang akan datang. Oleh sebab itu pula, kelekak sering dikonotasikan dengan sebutan - meminjam istilah yang dipopulerkan budayawan Suhaimi Sulaiman - yakni “kelak kek ikak” (suatu saat nanti bermanfaat atau dapat diambil manfaatnya oleh kamu-kamu generasi yang akan datang) .
            Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan di dua kebun kelekak yang ada di Desa Pagarawan didapatkan hasil 12 jenis tanaman yang terdapat didalamnya yang merupakan tanaman pohon penghasil buah meskipun beberapa adalah tanaman pohon tidak menghasilkan buah seperti bambu dan gaharu. Diantara kebun kelekak pertama “kemudian disebut lokasi A” dan kelekak kedua “kemudian disebut lokasi B” yang diamati memiliki persamaan jenis tanaman penghasil buah yang hampir sama. Terjadi persamaan antara kedua lokasi ini dikarnakan memang hanya itu tanaman atau tumbuhan yang ditanam di kelekak pada umumnya kecuali pisang yang hanya ditemukan di kebun A.
Tanaman yang terdapat di kedua lokasi adalah durian, bambu,  jambu bandar, gaharu, kedondong, kelapa, nangka, petai, rambutan, sawo dan cempedak. Tradisi bertanam masyarakat Bangka zaman dahulu, para leluhur atau orang tua tempo dulu tidak saja bertanam untuk kepentingan sesaat. Melainkan bertanam untuk kepentingan generasi yang akan datang. Mereka tidak sekadar menanam, akan tetapi juga memberi 'tanda' bahwa ada sebagian lahan yang kelak dapat diperuntukkan atau dapat diolah kembali oleh anak keturunan mereka (menjadi lahan milik pribadi) dan ada pula lahan yang kelak peruntukkannya khusus masyarakat banyak (wakaf) dan tetap terjaga eksistensinya.
Buah-buahan yang dihasilkan di kelekak biasanya tidak diperjual belikan tetapi untuk di konsumsi oleh pemiliknya ataupun untuk umum (wakaf). Tapi sekarang hasil dari kelekak sudah banyak diperjual belikan dikarnakan tanaman buah yang ditanam memiliki harga jual yang tinggi sehingga si pemilik kelekak lebih memilih untuk menjualnya.
Tradisi bertanam atau sistem berkebun masyarakat Bangka mulai dari berume, dilanjutkan berkebun sahang dan diakhiri dengan menanam tanaman keras (karet atau pohon penghasil buah), juga menunjukkan kalau masyarakat Bangka zaman dahulu merupakan masyarakat petani yang memiliki kesalehan dalam menjaga keseimbangan lingkungan alam dan manusia (kosmis magis).
Perkembangan zaman membuat kelekak semakin sedikit, banyak kelekak yang dialih fungsikan menjadi perkebunan lada ataupun sayuran dan sejenisnya. Alih fungsi ini terjadi karna keterbatasan lahan yang dimiliki oleh masyarakat untuk berkebun sehingga membuat masyarakat merubah kelekak menjadi perkebunan semusim ataupun berumur pendek. Sehingga keberadaan kelekak di Bangka mengalami perkurangan dibandingkan dengan sistem perkebunan yang lainnya. Masyarakat Bangka sekarang sangat sedikit sekali yang masih menerapkan sistem kelekak, kebanyakan masyarakat sekarang lebih memilih sistem perkebunan buah-buahan yang seragam pada suatu lahan.





 KESIMPULAN
Kelekak adalah sebidang tanah yang ditanami secara sengaja atau tidak sengaja oleh orangtua zaman dahulu dengan beragam pohon penghasil buah (tumbuhan khas daerah) seperti buah durian, rambutan, nangka, jambu bandar, kedondong, kelapa, petai, sawo, cempedak, dan pisang,baik yang dimiliki secara pribadi (garis keturunan tertentu), maupun dimiliki secara bersama (milik orang banyak dalam satu kampung atau gabungan dari beberapa kampung).

  
DAFTAR PUSTAKA
Bangka Tribunnews. 2015. Kelekak Sebuah Kearifan Lokal Masyarakat Melayu Tempo Dulu. Bangka Tribunnews. 29 September 2015 http://bangka. tribunnews.com/2015/09/29/kelekak-sebuah-kearifan-lokal-masyarakat-melayu-tempo-dulu?page=3 [30 April 2017]
                             . 2015. Proses Terbentuknya Kelekak Dan Kelukoi. 29 September 2015 http://bangka.tribunnews.com/2015/09/29/proses-terbentuknya-kelekak-dan-kelukoi [30 April 2017]
World Agroforestry. 2017. SISTEM AGROFORESTRI DI INDONESIA. 2017 http://www.worldagroforestry.org/sea/Publications/files/lecturenote/LN0034-04/LN0034-04-2.pdf [30 April 2017]

  

 LAMPIRAN