Sunday, November 11, 2018
Tuesday, September 18, 2018
Fungsi Hormon LH dan FSH Pada Wanita
Luteinizing Hormone (Hormon LH) dan Follicle Stimulating Hormone (FSH) merupakan hormor-hormon gonadotropin yang dihasilkan oleh Gonadotrophin Releasing Hormone (GnRH) di hipotalamus. Kedua hormon tersebut adalah hormon pada proses reproduksi manusia baik pada pria dan wanita selain hormon esterogen, dan progresteron. Proses terjadinya kedua hormon tersebut adalah GnRH dikeluarkan oleh hipotalamus dengan proses sekresi melalui aliranportal hipothalamohipofisial yang terjadi setiap 90 hingga 120 menit. Setibanya di hipofise anteriar, GnRH akan melakukan pengikatan terhadap sel gonadotrop serta melakukan perangsangan terhadap pengeluaran LH dan FSH.
Lutheinizing Hormone (LH) dan Follicle Stimulating Hormone (FSH) juga sering disebut dengan gonadotrophin. Hal tersebut disebabakan karena kedua hormon memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap gonad, yaitu testis pada laki-laki dan indung telur pada perempuan. Kedua hormon tersebut merupakan glikoprotein yang terdiri dari 2 subunit, yaitu Subunit Alpha yang identik di semua tiga jenis hormon hipofisis anterior serta Subunit Betha
Luteinizing Hormone (LH)
Lutheinizing Hormone (LH) sering dikenal dengan nama lutropin atau luthophin yang merupakan salah satu hormon yang dihasilkan oleh sel-sel gonadotropic di bagian kelenjar hipofisis anterior. Pada pria, hormon LH dikenal dengan ICSH (Interestial Cell Stimulating Hormone) .
Hormon ini dapat merangsang sekresi steroid seks dari gonad, dimana pada testis pria hormon ini berikatan dengan reseptor yang terdapat pada sel-sel leydic untuk merangsang sintesis dan sekresi hormon testosteron. Sedangkan pada ovarium, hormon ini dapat menyebabkan ovulasi serta pengembangan korpus luteum apabila terjadi kenaikan akut atau yang dikenal dengan Surge LH.
Follicle Stimulating Hormone (FSH)
Follicle Stimulating Hormone (FSH) juga merupakan hormon yang diproduksi oleh sel-sel basal hipofisis anterior sebagai respon terhadap Gonadotrophin Releasing Hormone (GnRH) yang diproduksi di hipotalamus. Pada wanita, hormon ini memiliki jumlah yang bervariasi selama siklus menstruasi berlangsung, dan jumlah tertinggi dari hormon ini akan terjadi tepat sebelum ovulasi (pelepasan telur). Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa pada wanita, hormon FSH berfungsi untuk membantu mengontrol siklus menstruasi serta produksi telur yang dilakukan oleh indung telur. Sedangkan pada pria, hormon ini memiliki jumlah yang tetap konstan dan berfungsi untuk membantu mengontrol jumlah produksi sperma. Jadi tingkat hormon FSH dapat membantu menentukan apakah organ intim laki-laki dan perempuan (testis dan ovarium) berfungsi dengan baik ataukah tidak.
Kita sudah tahu bahwa LH dan FSH merupakan hormon yang sangat memengaruhi tingkat reproduksi, baik pria maupun wanita, dimana kedua hormon tersebut hanya memiliki efek fisiologis pada ovarium dan juga testis.
Berikut ini terdapat penjelasan singkat terkait dengan Fungsi Hormon LH dan FSH Pada Wanita :
1. Mengontrol siklus menstruasi
Ketika terjadi siklus menstruasi yang normal, di hari-hari pertama akan terjadi peningkatan konsentrasi LH dan FSH, dimana kadar FSH akan mengalami peningkatan dengan lebih cepat jika dibandingkan dengan kadar LH. Kedua hormon tersebut akan mencapai puncak pada fase folikular dan akan mengalami penurunan hingga kadar terendah pada fase preovulasi. Dan pada fase ovulasi, kadar dari kedua hormon tersebut akan mengalami peningkatan kembali hingga mencapai kadar tertinggi. Kondisi tersebut terjadi karena adanya pengaruh dari peningkatan hormon esterogen.
Dan selain hormon FSH dan LH masih ada lagi hormon yang akan membantu mengontrol siklus menstruasi yaitu sepertifungsi hormon testosteron.
2. Mengontrol terjadinya ovulasi
Ovulasi merupakan proses pelepasan telur yang dilakukan oleh indung telur. Selama masa tersebut, Gonadotrophin Releasing Hormone (GnRH) akan melakukan perangsangan Luteinizing Hormone (LH) dan Follide Stimulating Hormone (FSH) agar dapat melakukan stimulus terhadap produksi hormon esterogen dan juga progresteron.
Hormon LH berfungsi untuk merangsang korpus luteum guna menghasilkan hormon progresteron serta merangsang terjadinya ovulasi. Kadar hormon LH akan mengalami peningkatan secara drastis di dalam darah dan urine sesaat sebelum terjadinya ovulasi. LH sendiri nantinya akan memicu pelepasan sel telur yang telah matang di dalam ovarium menuju tuba fallopi untuk mengalami proses pembuahan. Apabila tidak dibuahi, sel-sel telur tersebut akan mati dan luruh bersama dinding rahim pada saat terjadi menstruasi.
Dalam hal ini FSH ( Follide Stimulating Hormone) berperan untuk merangsang ovulasi serta merangsang folikel untuk menghasilkan hormon esterogen, dimana hormon FSH merupakan hormon yang dapat merangsang terjadinya cumulus ekspansi, yaitu transformasi folikel ovarium pada masa pre-ovulasi tepatnya di fase folikular siklus menstruasi. Dan setelah proses tersebut selesai, maka akan terbentuk stigma folikel yang merupakan jalan bagi ovum untuk meninggalkan folikel.
3. Mengontrol basal gonadotropin
Terjadinya sekresi LH dan FSH yang dikontrol oleh GnRH adalah merupakan puasat kontrol masa ovulasi serta masa pubertas tiap-tiap individu. Selain itu, ini juga mereupakan pusat kontrol bagi basal gonadotrophin, dimana proses sekresi basal tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal seperti :
- Episodic sekretadon (episode sekresi), dimana sekresi FSH dan LH berlangsung secara bertahap baik pada pria maupun wanita yang pengeluarannya dikontrol oleh GnRH.
- Positive Feedback (umpan balik positif). Kondisi ini berlangsung selama masa menstruasi dimana hormon esterogen memberikan feedback positif bagi GnRH dalam mensekresi LH dan FSH. Selain itu, peningkatah hormon esterogen yang terjadi selama fase folikular, menjadi stimulus bagi FSH dan LH setelah pertengahan siklus. Hal tersebut menjadikan ovum menjadi matang dan terjadilah proses ovulasi yang berlangsung pada hari ke 10 hingga 12 siklus ovulas, yaitu setelah kadar LH mencapai puncak serta 24 hingga 36 jam setelah terjadinya puncak estradiol. Korpus luteum setelah itu akan mengalami involusi yang disebabkan terjadinya penurunan hormon progresteron dan estradiol setelah hari ke-14. Hal itulah yang menimbulkan terjadinya menstruasi.
Artikel ini telah tayang di https://dosenbiologi.com/manusia/fungsi-hormon-lh-dan-fsh-pada-wanita
Wednesday, March 21, 2018
Sunday, March 18, 2018
Tuesday, August 15, 2017
CARA MENGISI KRS ONLINE UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG ubb.eakademik.id
Pertama klik laman http://ubb.eakademik.id ,
setelah itu akan akan muncul gambar berikut:
Catatan: petunjuk pengisian KRS ONLINE UBB pada gambar dilingkar merah seperti gambar dibawah ini:
Setelah mengisi username dan pasword (catatan username dan pasword adalah sama "NIM" kita), dilanjutkan mencentang "SAYA BUKAN ROBOT" seperti gambar dibawah ini.
Kemudian pilih "GAMBAR" sesuai pertanyaan seperti berikut ini.
kemudian akan muncul seperti lingkaran merah dibawah ini. .
apakah anda ingin mengganti password? jika iya pilih "OK", kalau tidak ingin ganti password "CANCEL" seperti lingkaran merah dibawah ini.
lalu isi dengan lengkap "BIODATA, ALAMAT KELUARGA" dan "WALI" jika ada wali, seperti lingkaran merah dibawah ini.
setelah mengisi "BIODATA, ALAMAT KELUARGA" dan "WALI" jika ada wali, lalu "Tutup dan simpan" seperti lingkaran merah di sudut kiri bawah layar.
Pilih "MENU" seperti lingkaran merah di sudut kiri bawah layar.
Lalu pilih "KOLOM MAHASISWA" seperti pada gambar dibawah ini
kemudian pilih tanda PLUS (+) di sebelah kolom mahasiswa dibawah ini
Kemudian pilih tulisan "ISI KRS" pada lingkaran merah dan pada tanda panah merah, dibawah ini
lalu akan muncul tampilan seperti dibawah ini , lalu pilih "AMBIL PERKULIAHAN"seperti tanda merah disudut kiri bawah.
setelah itu akan muncul tampilan seperti dibawah ini, untuk memilih mata kuliah yang akan di ambil dengan menekan "SEGITIGA TERBALIK" seperti pada lingkaran merah berikut
Kemudian akan muncul tampilan berikut, saat ini anda semester ganjil atau genap,
contoh seperti saya semester ganjil "9" maka untuk mengambil kolokium, seminar dll atau mata kuliah yang akan diulang pilih nomor 1, 3, 5 dan 7 seperti gambar berikut, pilih kotak di sebelah kode MK setelah tercentang, pilih lagi mata kuliah lain seperti smster 1,2,3,4,5,6,7,8,9,dst.
setelah kira-kira mata kuliah sudah cukup lalu pilih "CETAK KRS" seperti pada lingkaran merah dibawah ini
setelah cetak krs maka akan muncul tampilan berikut dan download pada lingkaran merah pada bawah tampilan
lalu setelah berhasil di download, silahkan di print dan temui pembimbing akademik untuk bimbingan apakah mata kuliah yang diambil di setujui oleh pembimbing akademik
Jika sudah di print silahkan temui pembimbing, apakah mata kuliah yang diambil disetujui oleh pembimbing, jika tidak di setujui silahkan masuk kembali ke laman ubb.eakademik.id dan isi mata kuliah yang disarankan oleh pembimbing.
arti dalam lingkaran merah "YA" artinya mata kuliah yang diambil disetujui oleh pembimbing.
TERIMAKASIH SEMOGA BISA MEMBANTU DALAM PENGISIAN KRS ONLINE UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG
Saturday, August 12, 2017
yuk berwisata ke kecamatan Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan
Lokasi rekreasi ini Desa Batu Betumpang - Toboali lebih kurang 90 KM atau 115 dari Pangkalpinang (Ibukota Prov. Kep Bangka Belitung) dapat ditempuh menggunakan roda duamaupun empat. Terletak di Desa Batu Betumpang Kecamatan Pulau Besar. Kecamatan Pulau Besar merupakan pemekaran wilayah yang awalnya masuk kedalam wilayah Kecamatan Payung Kabupaten Bangka Selatan Prov Kep Bangka Belitung. Di desa tersebut terdapat pantai bebatuan, mercusuar peninggalan belanda. untuk menuju mercusuar bisa menggunakan kapal nelayan ketika air pasang atau dengan berjalan kaki ketika air laut surut. lokasi mercusuar lebih kurang 200 meter dari pantai batu betumpang. selain pantai dan mercusuarnya pantai ini juga menyuguhkan tempat yang tepat untuk melihat sunset atau matahari tenggelam. mantapkan.
Selain Desa Batu Betumpang, Desa Panca Tunggal bisa juga menjadi tempat rekreasi, karena terkenal dengan salak pondohnya, didesa ini juga pengunjung bisa membeli buah segar langsung dari batangnya yang terletak di Blok C atau lebih dikenal maserak. Selain terkenal dengan salak pondohnya desa ini juga menjadi sentra peternakan sapi di Bangka Selatan. selamat berkunjung.
Monday, May 01, 2017
"KELEKAK" Di Desa Pagarawan Kabupaten Bangka Induk
MAKALAH
KELEKAK
Di Desa Pagarawan Kab. Bangka Induk
Jurusan Biologi
Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi
Universitas Bangka Belitung
2017
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Wanatani atau
agroforestry adalah suatu bentuk pengelolaan sumber daya yang memadukan
kegiatan pengelolaan hutan atau pohon kayu-kayuan dengan penanaman komoditas
atau tanaman jangka pendek, seperti tanaman pertanian. Agroforestri merupakan
gabungan ilmu kehutanan dengan agronomi, yang memadukan usaha kehutanan dengan
pembangunan pedesaan untuk menciptakan keselarasan antara intensifikasi
pertanian dan pelestarian hutan.Agroforestri diharapkan bermanfaat selain untuk
mencegah perluasan tanah terdegradasi, melestarikan sumberdaya hutan,
meningkatkan mutu pertanian serta menyempurnakan intensifikasi dan
diversifikasi silvikultur. Sistem ini telah dipraktekkan oleh petani di
berbagai tempat di Indonesia selama berabad-abad ,misalnya sistem ladang berpindah, kebun
campuran di lahan sekitar rumah (pekarangan) dan padang penggembalaan (Michon
dan de Foresta, 1995).
Berdasarkan motivasi yang dimiliki petani, terdapat dua
sistem terbentuknya agroforestri di lapangan yaitu sistem bercocok tanam
"tradisional" dan sistem "modern". Sistem
"tradisional" adalah sistem yang "dikembangkan dan diuji"
sendiri oleh petani sesuai tujuan. Mengenal bentuk-bentuk agroforestri yang ada
di Indonesia · Memahami evolusi dan proses-proses yang terjadi dalam sistem
agroforestri · Mendapatkan gambaran tentang keuntungan, kendala, potensi dan
peluang dari agroforestri bagi petani maupun pemerintah. · Pengembangan
bercocok tanam biasanya hanya didasarkan pada usaha coba-coba (trial and
error), tanpa penelitian formal maupun bimbingan dari penyuluh/petugas
lapangan. Dalam sistem bercocok tanam "modern", gagasan dan teknologi
berasal dari hasil-hasil penelitian.
Salah
satu sistem agroforesty tradisional yang terdapat di Bangka Belitung adalah
kelakak. Kelekak adalah sebidang
tanah yang ditanami secara sengaja atau tidak sengaja oleh orangtua zaman
dahulu dengan beragam pohon penghasil buah (tumbuhan khas daerah), baik yang
dimiliki secara pribadi (garis keturunan tertentu), maupun dimiliki secara
bersama (milik orang banyak dalam satu kampung atau gabungan dari beberapa
kampung). Kelekak memiliki nilai budaya yang tinggi di pulau bangka sehingga
pengetahuan tentang kelekak ini seharusnya terus disampaikan dari generasi
kegenerasi. Hal tersebutlah yang menjadikan latar belakang dilakukan pengamatan
tentang kelekak yang ada di di salah satu desa di Bangka Belitung ini.
Tujuan
Tujuan dilakukannya pengamatan ini adalah
untuk mengetahui dan mempelajari tentang
isi yang terdapat dalam sistem perkebunan kelekak yang ada di Desa Pagarawan,
Bangka Belitung.
Manfaat
Manfaat dari pengamatan ini adalah mahasiswa
dapat mengetahui dan mendapatkan data tentang sistem dan isi dari perkebunan
kelekak yang ada di Desa Pagarawan.
BAHAN DAN METODE
Waktu dan
Tempat
Pengamatan
ini dilaksanakan pada hari jumat tanggal 28 april 2017, bertempat di kebun
kelekak masyarakat yang terdapat di Desa Pagarawan, Kecamatan Merawang,
Kabupaten Bangka Induk, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Alat
dan Bahan
Adapun
Alat yang digunakan dalam pengamatan ini adalah kamera, dan alat tulis,
sedangkan bahan yang digunakan adalah kebun kelekak milik masyarakat yang
terdapat di Desa Pagarawan, Kabupaten Bangka Induk.
Cara
Kerja
Adapun cara kerja yang dilakukan dalam pengamatan
ini pertama kali adalah menentukan dua lokasi kebun kelekak milik masyarakat
Desa Pagarawan yang akan dilakukan pengamatan. Selanjutnya kebun kelekak yang
telah ditetapkan sebagai lokasi pengamatan diamati tumbuh-tumbuhan yang
terdapat di dalamnya kemudian dicatat dan di ambil foto. Selanjutnya data yang
telah di dapatkan di buat dan diringkas dalam bentuk makalah.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Tabel 1 Jenis tumbuhan yang terdapat di kebun
kelekak masyarakat Desa
Pagarawan, Kabupaten Bangka Induk
|
No
|
Jenis Tumbuhan
|
Lokasi
|
Jumlah Individu
|
|
1.
|
Durian
|
A
dan B
|
5
Batang
|
|
2.
|
Bambu
|
A
dan B
|
2
rumpun
|
|
3.
|
Jambu
Bandar
|
A
dan B
|
3
|
|
4.
|
Gaharu
|
A
dan B
|
10
|
|
5.
|
Kedondong
|
A
dan B
|
5
|
|
6.
|
Kelapa
|
A
dan B
|
3
|
|
7.
|
Nangka
|
A
dan B
|
3
|
|
8.
|
Petai
|
A
dan B
|
2
|
|
9.
|
Pisang
|
A
|
4
|
|
10.
|
Rambutan
|
A
dan B
|
15
|
|
11.
|
Sawo
|
A
dan B
|
6
|
|
12.
|
Cempedak
|
A
dan B
|
2
|
Pembahasan
Kelekak adalah sebidang tanah yang ditanami secara
sengaja atau tidak sengaja oleh orangtua zaman dahulu dengan beragam pohon
penghasil buah (tumbuhan khas daerah), baik yang dimiliki secara pribadi (garis
keturunan tertentu), maupun dimiliki secara bersama (milik orang banyak dalam
satu kampung atau gabungan dari beberapa kampung). Pemberian nama kelekak milik
pribadi atau yang dimiliki oleh garis keturunan tertentu, biasanya selalu
disertai dengan nama si pembuat/pemilik awal kelekak. Misalnya Kelekak Atok
Umar, Kelekak Akek Raong, Kelekak Nek Binyit, dan lain-lain sebagainya.
Sedangkan kelekak milik bersama (milik orang banyak dalam satu kampung atau
gabungan dari beberapa kampung) ini sering disebut sesuai nama dimana wilayah
kelekak itu berada.
Kelekak terbentuk melalui proses yang tidak singkat.
Membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun agar lahan atau bidang tanah
yang berisikan pohon penghasil buah itu baru layak disebut kelekak. Tak heran
pula jika si pemilik atau pembuat kelekak tidak sempat menikmati hasil dari apa
yang telah mereka tanam. Kelekak identik dengan pohon penghasil buah karena
kelak, pohon yang ditanam itu dapat dinikmati (dipetik buahnya) oleh anak cucu
mereka atau masyarakat umum di masa yang akan datang. Oleh sebab itu pula,
kelekak sering dikonotasikan dengan sebutan - meminjam istilah yang dipopulerkan
budayawan Suhaimi Sulaiman - yakni “kelak kek ikak” (suatu saat nanti
bermanfaat atau dapat diambil manfaatnya oleh kamu-kamu generasi yang akan
datang) .
Berdasarkan
hasil pengamatan yang telah dilakukan di dua kebun kelekak yang ada di Desa
Pagarawan didapatkan hasil 12 jenis tanaman yang terdapat didalamnya yang
merupakan tanaman pohon penghasil buah meskipun beberapa adalah tanaman pohon
tidak menghasilkan buah seperti bambu dan gaharu. Diantara kebun kelekak
pertama “kemudian disebut lokasi A” dan kelekak kedua “kemudian disebut lokasi
B” yang diamati memiliki persamaan jenis tanaman penghasil buah yang hampir
sama. Terjadi persamaan antara kedua lokasi ini dikarnakan memang hanya itu
tanaman atau tumbuhan yang ditanam di kelekak pada umumnya kecuali pisang yang
hanya ditemukan di kebun A.
Tanaman yang terdapat di kedua lokasi adalah
durian, bambu, jambu bandar, gaharu,
kedondong, kelapa, nangka, petai, rambutan, sawo dan cempedak. Tradisi bertanam masyarakat Bangka zaman
dahulu, para leluhur atau orang tua tempo dulu tidak saja bertanam untuk
kepentingan sesaat. Melainkan bertanam untuk kepentingan generasi yang akan
datang. Mereka tidak sekadar menanam, akan tetapi juga memberi 'tanda' bahwa
ada sebagian lahan yang kelak dapat diperuntukkan atau dapat diolah kembali
oleh anak keturunan mereka (menjadi lahan milik pribadi) dan ada pula lahan
yang kelak peruntukkannya khusus masyarakat banyak (wakaf) dan tetap terjaga
eksistensinya.
Buah-buahan yang dihasilkan di kelekak
biasanya tidak diperjual belikan tetapi untuk di konsumsi oleh pemiliknya
ataupun untuk umum (wakaf). Tapi sekarang hasil dari kelekak sudah banyak
diperjual belikan dikarnakan tanaman buah yang ditanam memiliki harga jual yang
tinggi sehingga si pemilik kelekak lebih memilih untuk menjualnya.
Tradisi bertanam atau sistem
berkebun masyarakat Bangka mulai dari berume, dilanjutkan berkebun sahang dan
diakhiri dengan menanam tanaman keras (karet atau pohon penghasil buah), juga
menunjukkan kalau masyarakat Bangka zaman dahulu merupakan masyarakat petani
yang memiliki kesalehan dalam menjaga keseimbangan lingkungan alam dan manusia
(kosmis magis).
Perkembangan zaman membuat kelekak semakin
sedikit, banyak kelekak yang dialih fungsikan menjadi perkebunan lada ataupun
sayuran dan sejenisnya. Alih fungsi ini terjadi karna keterbatasan lahan yang
dimiliki oleh masyarakat untuk berkebun sehingga membuat masyarakat merubah
kelekak menjadi perkebunan semusim ataupun berumur pendek. Sehingga keberadaan
kelekak di Bangka mengalami perkurangan dibandingkan dengan sistem perkebunan
yang lainnya. Masyarakat Bangka sekarang sangat sedikit sekali yang masih
menerapkan sistem kelekak, kebanyakan masyarakat sekarang lebih memilih sistem
perkebunan buah-buahan yang seragam pada suatu lahan.
Kelekak adalah sebidang tanah yang ditanami
secara sengaja atau tidak sengaja oleh orangtua zaman dahulu dengan beragam
pohon penghasil buah (tumbuhan khas daerah) seperti buah durian, rambutan, nangka,
jambu bandar, kedondong, kelapa, petai, sawo, cempedak, dan pisang,baik yang
dimiliki secara pribadi (garis keturunan tertentu), maupun dimiliki secara
bersama (milik orang banyak dalam satu kampung atau gabungan dari beberapa
kampung).
DAFTAR
PUSTAKA
Bangka
Tribunnews. 2015. Kelekak Sebuah Kearifan Lokal Masyarakat Melayu Tempo Dulu.
Bangka Tribunnews. 29 September 2015 http://bangka.
tribunnews.com/2015/09/29/kelekak-sebuah-kearifan-lokal-masyarakat-melayu-tempo-dulu?page=3 [30 April 2017]
World Agroforestry. 2017. SISTEM AGROFORESTRI
DI INDONESIA. 2017 http://www.worldagroforestry.org/sea/Publications/files/lecturenote/LN0034-04/LN0034-04-2.pdf [30 April 2017]
LAMPIRAN
Subscribe to:
Posts (Atom)






















